Senin, 09 Agustus 2021

Buku Pesan Dari Angin

 



Pesan Dari Angin

Penulis : Awan

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-623-6449-57-8

Terbit : Agustus 2021

Harga : Rp 84000

www.guepedia.com


Sinopsis :


Masa muda adalah masa dimana kita sering merasakan cuaca ekstrem yang membuat pendirian kita tidak stabil, di sisi lain kita mempelajari banyak hal-hal baru tentang arti kehidupan berdasarkan pengalaman yang kita terima. Menafsirkan setiap kejadian berdasarkan persepsi yang kita miliki dengan pengetahuan yang ada. Buku ini adalah kumpulan catatan berdasarkan kesimpulan dari banyak kejadian yang saya alami.  Saya ingin berbagi tentang sudut pandang ini, berharap saya bisa bertukar pikiran dengan pembaca untuk menyempurnakan makna tentang isi buku ini. 


www.guepedia.com

Email : guepedia@gmail.com

WA di 081287602508

Happy shopping & reading

Enjoy your day, guys


Link Produk :

TOKOPEDIA

 https://tokopedia.com/guepedia/buku-self-improvement-pesan-dari-angin-guepedia


BUKALAPAK

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/pengembangan-diri/4g9g75s-jual-buku-self-improvement-pesan-dari-angin-guepedia


GUEPEDIA STORE

https://guepediastore.com/products/6483472/pesan-dari-angin


SHOPEE

https://shopee.co.id/Buku-Self-Improvement-Pesan-Dari-Angin-Guepedia-i.3104041.6897070193?position=0


FACEBOOK

https://www.facebook.com/guepediapenerbit/shop/

Selasa, 03 Agustus 2021

Berpindah Scene

 
Satriawan - 13 Desember 2015



Scene Abadi
Manusia pasti berubah, maksudnya bukan evolusi yah. Selama kita hidup, hampir setiap harinya kita menerima informasi, mengalami peristiwa dan belajar sesuatu. Selama proses itu terjadi sampai sekarang, mungkin kita tidak bisa menghitung berapa kali kita berubah baik itu pandangan hidup, persepsi, prinsip dan tujuan hidup. Setiap berpindah dari lingkungan satu ke lingkungan lainnya kita pasti menerima sudut pandang baru yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Saat kita hidup di lingkungan dengan orang-orang yang tidak ramah, saat itu kita bisa berpikir hidup ini begitu liar. Kemudian kita pindah ke tempat yang nyaman dengan orang-orang yang ramah, barulah kita berpikir bahwa hidup ini indah.
Pernahkah kita memiliki sahabat, geng atau komunitas yang membuat hidup kita lebih berarti. Aktivitas yang kita lakukan serasa tidak akan pernah bosan. Keadaan dimana kita saling support satu sama lain dan zona nyaman itu sulit kita tinggali. Tapi kita harus mengetahui bahwa tidak ada yang abadi seperti yang dikatakan Peterpan dalam lagunya. Suatu saat, satu persatu teman kita akan membuat keputusan untuk memilih jalan hidup yang ia pilih sehingga waktu luang yang mereka miliki tidak akan seperti biasanya. Kita tidak bisa menghalangi mereka hanya karena kita tetap ingin bersama selamanya. Suatu saat kita pun akan memilih jalan hidup kita sendiri.
Pada saat kita bersikap terlalu berlebihan pada zona nyaman itu, kita akan sulit untuk menerima perubahan yang terjadi di sekitar kita. Akhirnya kita mulai berburuk sangka kepada teman kita sendiri dan beranggapan bahwa mereka meninggalkan kita. Padahal yang terjadi adalah mereka hanya berusaha melanjutkan hidup mereka ke tahap berikutnya. Mereka mulai menyadari bahwa kisah persahabatan mereka sudah berada di ujung episode. Sekarang waktunya berganti episode. Bukan berarti bahwa persahabatan mereka harus berakhir, tapi hanya berganti tema untuk season berikutnya. Kemarin adalah season tentang persahabatan, maka selanjutnya adalah season tentang dunia kerja atau menggapai cita-cita. Dalam film, jika season berganti fokus ke dunia kerja maka tema sebelumnya yaitu scene tentang persahabatan akan kurang disorot. Iya kan. Kurang lebih begitulah siklus hidup kita.
Fokus terhadap jalan yang dipilih bukanlah tindakan egois karena mereka kurang memiliki waktu untuk kita sebagai sahabat. Kita hanya harus mulai membiasakan diri dari perubahan ini. Mungkin selanjutnya adalah kita yang akan mengambil jalan selanjutnya.

Bertarung Dengan Perubahan
Siklus perubahan dalam hidup kita akan terjadi mungkin tidak hanya sekali atau dua kali, tapi akan terus terjadi sampai hidup kita benar-benar menyadari bahwa sebentar lagi waktu kita akan habis. Beradaptasi dengan perubahan adalah syarat mutlak bagi kita untuk tetap menjalani hidup. Kita tidak bisa menyalahkan faktor-faktor luar yang menyebabkan ini dan itu dan berdampak pada kehidupan kita. Cepat atau lambat kita pun akan menyadari bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi hidup kita adalah diri kita sendiri.
Sikap kita terhadap perubahan akan menentukan seperti apa kita nanti, apakah kita akan bertahan atau hanya diam melihat perubahan dan sekedar menonton orang-orang di sekeliling kita yang sedang berlomba-lomba untuk mencapai sesuatu. Kemudian menyalahkan keadaan atas ketidakmampuan kita.
Tuhan memberikan kita panggung kehidupan dengan peran yang bisa kita pilih tanpa audisi. Kita hanya harus melakukan yang terbaik. Jangan terjebak pada satu scene dalam kehidupan, nanti film yang kita perankan tidak akan pernah selesai. Scene tentang masa kecil, masa pubertas, persahabatan, cinta bukanlah scene yang abadi. Kita hanya perlu menikmati prosesnya, selesaikan setiap episode dengan baik. Buatlah kisah itu menjadi happy ending dengan epilog yang mengesankan.

Fase Labil Pada Hubungan

Satriawan - 23 Agustus 2015


 Cinta Yang Menguntungkan

Hal pertama yang kita pikirkan tentang menjalin suatu hubungan pasti hal-hal indah yang akan kita lakukan nanti seperti malam mingguan, romantis-romantisan, telpon-telponan, liburan bersama, yah banyak lah pokoknya. Dan tidak mungkin juga kita mengharapkan adanya beban pikiran saat menjalin hubungan. Meskipun kita pasti tahu bahwa setiap hubungan punya rintangannya masing-masing dan kita sudah tahu dari awal. Tapi rintangan itu tidak akan berarti ketika kita membayangkan yang indah-indah terlebih dahulu. Iya kan.

Bagi penggemar drama khususnya Drakor, pasti sering memperhatikan bahwa cinta memiliki energi tersendiri. Energi itu mampu memodifikasi batas kemampuan seseorang untuk melampaui batasan kemampuannya. Percaya atau tidak, itu memang terjadi. Kita ambil contoh, saat kita bermain sepak bola (bagi cowok), kita akan mendapatkan energi lebih atau sangat bergairah untuk bergerak saat ada doi lagi nonton. Pasti pernah dong. Atau bisa juga sebaliknya, emosi kita tidak bisa dikontrol akhirnya gugup jadi salting (salah tingkah). Itu berarti bahwa setiap hubungan yang kita jalani, kita berharap adanya hal positif yang dapat kita rasakan. Termotivasi untuk tetap menjalani hidup yang membosankan atau mengisi kekosongan karena kita adalah penyendiri. 

Beda lagi ceritanya jika kita memiliki hubungan namun seperti beban dalam hidup. Salah satunya adalah ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan atau kita yang terlalu berlebihan mencintai seseorang. Saat kita terlalu ambisius terhadap seseorang, kita cenderung posesif sama si doi dan membuatnya tidak nyaman. Baik dari kamu ataupun dia akan menganggap bahwa hubungan ini adalah beban yang selalu mengganggu pikiran. Jika ini diteruskan dengan waktu yang lama tanpa ada perubahan maka hal itu akan jadi tekanan yang mempengaruhi kesehatan pikiran. Kalian harus sadar bahwa hubungan yang tidak memberikan dampak positif dan memberikan semangat hidup sudah tidak bisa lagi disebut dengan cinta. Menderita dalam cinta bukanlah hal wajar jika terjadi untuk waktu yang lama. Maka buatlah keputusan bahwa ada yang harus berubah dari hubungan itu atau memang sudah waktunya ganti season (dia bukan jodoh yang tepat).


Menikmati Proses

Kita menyadari bahwa hubungan tidak selalu soal merasakan sensasi bahagia. Akan selalu ada konflik baik yang terjadi karena konflik dari kedua pihak ataupun dari pihak luar. Mau tidak mau kita harus melewati fase itu untuk tetap bertahan dengan hubungan yang sedang kita jalani. Saat kamu memutuskan untuk bertahan dalam hubungan yang penuh konflik maka nikmati proses itu,  ubah konflik-konflik itu menjadi sebuah tantangan untuk menjadikanmu orang yang lebih dewasa. Pastikan bahwa kamu tidak melarikan diri dari masalah-masalah itu. Saat kamu melarikan diri dari suatu konflik, saya bisa pastikan pola itu akan terulang suatu saat. Maka yang harus kamu lakukan adalah menyelesaikannya. 

Jangan pernah menyesal dengan perjuangan berat yang kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah di masa lalu bersama orang yang kamu sayangi atau bahasa sederhananya “menjaga jodoh orang lain”, kamu tidak perlu merasa rugi dengan hal itu. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena memberikan pengalaman berharga setidaknya untuk bekalmu menuju hubungan selanjutnya karena bisa jadi hubungan kamu di masa depan ada pada level yang berbeda dan melebihi apa yang kamu bayangkan. 

Saat dewasa nanti, kamu akan memetik apa yang kamu lakukan di masa lalu. Tidak ada usaha yang menipu hasil kecuali kamu bunuh diri setelah Tuhan memutuskan bahwa kamu akan bahagia besok. Yah tidak ada yang tahu, kita hanya harus berusaha melakukan yang terbaik. Tidak peduli siapa yang akan jadi jodohmu nanti, sikapmu kepada pasanganmu yang sekarang menentukan baik dan buruknya hubungan dengan jodohmu nanti.